Mulai:

25 November 2017 @ 08:00

Selesai:

25 November 2017 @ 12:00

Lokasi

Ruang Seminar Lantai 4 Gedung Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Kategori Acara:

Bedah Buku Seminar and Konferensi

Penyelenggara:

Program Doktor dan Pascasarjana UMY

Kontak:

+62-274-387656 Ext. 267

Surel:

s3@umy.ac.id

 

Latar Belakang

Kehadiran Bangsa Belanda di Indonesia sejak awal abad 17 hingga pertengahan Abad 20, telah memberi corak tersendiri dalam proses kebudayaan di Bumi Nusantara. Aspek-aspek kebudayaan yang menonjol dan terwarisi di antaranya adalah politik, hukum, dan pendidikan.

Selama berada di Indonesia sejak dirintis oleh VOC, Pemerintah menerapkan kebijakan pendidikan secara bertahap. Setidaknya kebijakan itu dimulai pertama, dari kalangan orang-orang Belanda; kedua,  kebijkan diperlebar pada orang-orang Timur Jauh (Keturunan Arab dan Cina); ketiga, kebijakan untuk keturunan bangsawan lokal; dan keempat, kebijakan yang diberlakukan kepada pribumi dari kalangan masyarakat biasa.

Fenomen lampau tentang kebijakan pendidikan pada masa kolonial inilah menjadi daya tarik peneliti Belanda Nico Kaptein. Di masa itu bersamaan di awal abad 20 itu gerakan-gerakan keagamaan dan keorganisasian Islam pun juga mulai tumbuh dan menggunakan pendidikan sebagai salah satu intrumen utama untuk membangan kesadaran umat Islam. Muhammadiyah – yang secara resmi berdiri pada tahun 1912, sebagai salah satu organisasi sosial keagamaan – sejak awal telah menjadikan pendidikan sebagai pilar keberlangsungan perserikatan dan keislaman.  Sehubungan dengan fenomena tersebut tentunya Muhammadiyah tidak saja mulus secara kultural – yang selama ini mengangkat isu TBC – pada satu sisi, namun juga secara struktural harus berhadapan pemerintah yang berkuasa pada masa itu.

Bermula dari uraian singkat di atas, memicu sejumlah pertanyaan: bagaimana bentuk kebijakan pemerintah kolonial tentang pendidikan yang selama ini dilakukan? Bagaimana pemberlakukan kebijakan pendidikan di kalangan orang-orang Timur Jauh? Bagaimana pula pemberlakukan kebijakan pendidikan untuk organisasi-organisasi Islam seperti Muhammadiyah yang juga penyelenggara pendidikan? Lantas bagaimana gambaran komprehensif langkah kebijakan umum Pemerintah Kolonial pada masa itu?

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, Program Doktor Psikologi Pendidikan Islam Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah merasa perlu menyelenggarakan Seminar Internasional dengan tema, Polecy in Islamic Education in the Colonial Era.

Tujuan

Kegiatan Seminar Internasional ini bertujuan:

  1. Mengungkap pola-pola umum Kebijakan Pendidikan yang diberlakukan oleh Pemerintah Kolonial.
  2. Mengungkap respon dan reaksi Organisasi Muhammadiyah dan menjaga keberlanjungan marwah dakwah Islam dan Pendidikan di bawah naungan Pemerintah Kolonial.
  3. Membaca secara lebih genuin realitas historis proses dialektika antara pemerintrah Kolonial dengan kelompok masyarakat dan organisasi keagamaan.
  4. Menyaring ide dan solusi untuk bahan rekomendasi bagi kebijakan pendidikan di Indonesia secara umum.

Narasumber

  1. Prof. N.J.G. Kaptein, Ph.D.
  2. ProfDrH. Achmad Jainuri, M.A.
  3. Dr. Aris Fauzan, M.A.
  4. Nurwanto, M.A., M.Ed.