Keluarga memiliki peran penting dalam membentuk manusia yang berkualitas. Prof. Alan Hayes AM dari University of Newcastle mengatakan bahwa keluarga yang kuat akan menghasilkan anak-anak yang kuat pula. Hal tersebut disampaikan pada acara Studium General pada Rabu (27/09) di Kampus terpadu UMY Gedung AR. Fachrudin B Lantai 5.

Dalam Studium General tersebut, Prof. Alan Hayes AM yang merupakan Professor of Family Action Centre School of Science, The University of Newcastle, Australia, memberikan materi tentang Family Studies. Alan menjelaskan bahwa Family Studies merupakan sebuah hal penting karena meliputi berbagai multi disiplin ilmu. Di awal pemaparannya, Alan Hayes menggambarkan sebuah kondisi keluarga dengan bentuk gelas yang setengah terisi. “Jika ini dilihat sebagai gelas yang setengah kosong maka akan memperlihatkan banyak permasalahan dalam keluarga namun jika dilihat sebagai setengah penuh maka akan memperlihatkan banyak kekuatan yang terdapat dalam sebuah keluarga,” ujarnya.

Alan juga mengatakan ada dua poin utama yang sedang diteliti dan dikembangkan dalam Family Studies, yaitu tentang peran ayah dalam keluarga serta bagaimana keluarga yang kuat juga menghasilkan anak-anak yang kuat. Sehingga dalam jangka waktu selanjutnya bisa menghasilkan komunitas ataupun masyarakat yang kuat. Sebagai sebuah persiapan untuk menghadapi tantangan masa depan yang semakin luar biasa. “Kami memiliki sebuah grup pesan yang anggotanya adalah para ayah. Dalam grup tersebut kami sering melakukan diskusi tentang bagaimana merawat bayi. Tidak hanya ibu yang memiliki peran penting namun juga sosok ayah juga penting untuk membangun keluarga yang kuat,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Dr. Deborah Hartman Associate Director at Family Action Centre The University of Newcastle, Australia juga mengatakan bahwa Family Studies adalah sebuah ilmu terapan dari psikologi, komunikasi, sosiologi dan ilmu lainnya. Deborah juga menjelaskan tentang berbagai macam perbedaan keluarga, karena setiap keluarga memiliki cirinya sendiri dan bisa dikatakan bahwa tidak ada keluarga yang sama. “Ini merupakan sebuah hal yang menarik untuk dipelajari dan dijadikan sebagai sebuah pertimbangan dalam menguatkan sebuah keluarga. Supaya generasi selanjutnya bisa kuat menghadapi berbagai permasalahan,” paparnya. Deborah juga mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi bagus untuk mengembangkan Family Studies. Karena menurutnya terdapat banyak perguruan tinggi yang cukup baik di Indonesia.

Selain itu Deborah juga mengajak kepada seluruh mahasiswa untuk turut berkontribusi dalam rangka membangun dunia menjadi tempat yang baik bagi keluarga. “Walaupun terlihat cukup sulit untuk mewujudkan sebuah harapan ini, namun jika kita bersama semoga kita bisa mengubah dunia menjadi tempat yang lebih baik untuk keluarga,” imbuhnya lagi. (zaki)