Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menghasilkan lulusan doktor dari luar negeri untuk program studi ini pada hari Selasa (15/5). Ketetapan lulus tersebut dinyatakan kepada Kamarodin Abas Abdulkarim yang merupakan Dosen dari College of Asian and Islamic Studies WMSU, Zamboanga Filipina, seusai menjalani sidang terbuka disertasi di Ruang Pascasarjana gedung Kasaman Singodimedjo Kampus terpadu UMY.

Dalam disertasinya yang berjudul Evaluasi pada Integrasi Kurikulum Madaris untuk Pendidikan Dasar Muslim di Mindanao, Filipina, Kamarodin juga menilai efek psikologis yang berdampak pada guru dan murid dari hal tersebut. “Kurikulum penggunaan bahasa Arab dalam menyampaikan nilai-nilai Islam yang bertujuan untuk mempermudah transfer murid dari madrasah ke sekolah umum ternyata tidak sesuai dengan sejarah panjang dikotomi di kalangan muslim. Selain itu juga, mempromosikan identitas nasional Negara Filipina di klaim responsif terhadap kebutuhan anak muslim di Bangsamoro Mindanao”, ungkapnya.

Dalam penelitiannya tersebut, Kamarodin juga melakukan identifiksi faktor-faktor yang dapat mendukung serta menghambat penerapan kurikulum madaris pada sekolah negeri. Kemudian dari sisi psikologis penelitian tersebut menilai dampak psikologis terhadap guru dan murid dalam hal penulisan, membaca tulisan arab, nilai-nilai islam, dan pengembangan guru professional. “Dalam penelitian ini saya berfokus pada evaluasi penerapan kurikulum madaris terhadap sekolah negeri di Zamboanga City and Cotabato City, Mindanao, dimana Arabic Language and Islamic Values Education (ALIVE) diberlakukan. Responden penelitian ini adalah para guru sekolah negeri di Kota Zamboanga dan Cotabato yang berjumlah 70 orang guru dan 200 murid dari sekolah yang dipilih. Zamboanga saya pilih sebagai tempat penelitian karena kota ini adalah kota yang didominasi oleh umat kristen dan hanya 35 persen umat muslim di kota itu, sementara itu Kota Cotabato adalah kota yang didominasi oleh umat muslim yaitu sebanyak 80 persen” imbuhnya.

Kamarodin pun menyampaikan faktor yang dapat mendukung penerapan kurikulum ini adalah, rata-rata guru sepakat terhadap manajemen program dari kurikulum standar madrasah, para guru menyetujui kurikulum pembelajaran madaris diintegrasikan ke dalam sekolah negeri, serta para respon handal dalam penulisan serta pengucapan bahasa sehari-hari dan baik dalam menghafal surah-surah pendek. Sementara faktor yang menghambat antara lain terbatasnya buku bahan ajar, gaji yang didapatkan oleh guru tidak sesuai dengan dedikasi, kewajiban serta tanggung jawab yang mereka berikan, murid lemah dalam hafalan surah-surah panjang, DepEd (Departement of Education) kurang dalam hal penyebaran informasi mengenai kurikulum standar madrasah. “Sedangkan  dari sisi psikologis guru menegaskan bahwa penerapan kurikulum madaris tersebut berdampak baik bagi psikologi mereka dalam pembelajaran serta dalam penerapan nilai-nilai islam, menanamkan Tauhid dan mengenalkan Allah SWT ke dalam diri murid, khususnya dalam mengejar ridhaNya dan menjadi muslim yang baik dalam berbagai aspek,” imbuh Kamarodin lagi.

Selanjutnya Kamarodin berharap penelitiannya dapat memberikan manfaat terutama untuk anak-anak di Bangsamoro Filipina dalam proses pembelajaraan serta praktik pengetahuan dan nilai-nilai Islam. Kamarodin Abas Abdulkarim, menjadi Doktor ke-52 yang diluluskan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kamarodin juga mendapat predikat sangat memuaskan dan diberikan gelar Doktor Psikologi Pendidikan Islam. Adapaun yang bertindak sebagai Dewan penguji antara lain Sri Atmaja P. Rosyidi, M.Sc.Eng., Ph.D., P.Eng,  Dr. Aris Fauzan, M.A., Prof. Dr. Siswanto Masruri, M.A., Prof. Dr. Usman Abubakar, M.A. Prof. Dr. Alef Theria Wasim, M.A., Dr. Arif Budi Raharjo, M.Si., Dr. Mahli Zainuddin, M.Si., Dr. Muhammad Anis, M.A. (Evan)